Tentang Feeling extrovert

STIFIN Tangsel

Interpersonal / Social Quotient

Feeling extrovert, Mesin Kecerdasannya adalah Feeling, drive nya adalah extrovert yang membawa dari luar ke dalam, sehingga Feelingnya punya kemampuan sosial, feelingnya mempertautkan dia ketika dia berhubungan dengan orang lain. Orang Feeling extrovert bukanlah orang yang memiliki kemampuan intrapersonal yang kuat, tetapi dia memiliki interpersonal yang kuat, memiliki hubungan relationship yang kuat, dia berfikir dan merasakan tentang orang lain yang lebih besar, ketimbang dia sekedar melakukan introspeksi kepada dirinya (intrapersonal).

Maka daya penerimaan orang lain menjadi ukuran apakah seorang Feeling extrovert ini telah memaksimalkan kemampuannya atau tidak ? Kalau dia punya sedikit teman, punya sedikit sahabat, ini menunjukkan bahwa rating sosial relationshipnya dia adalah rendah dan itu berarti dia tidak menggunakan Feeling extrovert nya dengan baik. Kenapa ? Karena pada otaknya orang Feeling extrovert itu adalah otak kohesif, otak kohesif bila di kaitkan dengan berhubungan dengan orang lain, jadi dia harus selalu mencari cara bagaimana dia mengkohesifkan (melekatkan) dirinya dengan orang lain, itu adalah Feeling extrovert, sehingga muncul hubungan sosial yang harmonis.
King Maker

Feeling extrovert dia sangat mahir di dalam men-develop hubungan sosial yang manis, yang cantik, yang harmonis, yang kompak, karena kemampuan komunikasinya, dan daya kohesifnya (rekat) tadi membuat setiap orang yang satu dengan orang yang lain seperti punya daya rekat, itu adalah kemampuan dari seorang Feeling extrovert.

Maka kalau orang Feeling introvert tadi adalah layak menjadi sebagai seorang pemimpin yang besar, seorang King, maka seorang Feeling extrovert ini adalah seorang King Maker, dialah yang mencetak raja, karena daya kohesifnya itu dia lebih mementingkan menempah orang, mendidik orang, menggembleng orang, nurturingnya terhadap orang lain, supaya kemudian banyak lahir kader dari tangannya.
Tempat Curhat

Dia akan merasa nyaman jika hidupnya terkoneksi dengan orang lain, dia merasa tereliminasi, dia merasa terasing, dia merasa gagal dalam hidupnya kalau dia tidak terkoneksi dengan orang lain. Orang Feeling extrovert dia haruslah di perlukan oleh orang lain dalam konteks bahwa keberadaannya itu bermanfaat bagi orang lain terutama adalah menyelesaikan persoalan-persoalan orang, persoalan-persoalan kemanusiaan, persoalan-persoalan personal kepada setiap orang.

Mengapa orang Feeling extrovert ini paling enak di ajak curhat-curhatan, akan bisa panjang ceritanya kalau curhat-curhatan sama orang Feeling extrovet. Di samping dia punya kemampuan listening yang kuat, dia juga punya kemampuan berbicara yang kuat, jadi bersambut gayunglah sebagian dari waktunya mendengar, sebagiannya lagi dia waktunya berbicara, nyambung itu curhat-curhatannya jadi bisa berjalan dalam waktu yang lama, ini adalah Feeling extrovert. Ngerumpi paling enak memang bagi orang Feeling extrovert. Ngegosip paling enak bagi orang Feeling extrovert. Dari situlah muncul daya sosial yang kuat.
Senang Mencetak SDM

Feeling extrovert, dia memiliki atensi yang sangat besar dalam menempah orang, mencetak SDM, menjadi seorang King Maker. Feeling extrovert, dia lebih senang ketika secara sosial dia berhasil meskipun secara pribadi dia dianggap kurang berhasil. Dia akan senang kalo kemudian bisa mencetak para juara dan para orang hebat yang tiba-tiba menjadi someone dari no one, meskipun dirinya ketinggalan di bandingkan dengan kader-kadernya. Dia lebih bangga, dia lebih happy dengan itu. Karena otaknya bekerja terkohesi dengan keberhasilan orang lain.
Play Boy

Kalau dalam urusan cinta orang Feeling extrovert ini memang seperti cintanya laki-laki, kalau Feeling introvert seperti cintanya perempuan. Feeling extrovert ini adalah cintanya laki-laki. Apa maksudnya cinta laki-laki? Dia di tolak oleh satu orang maka dia akan cari orang lain. Gak pake masa waktu menunggu terlalu lama untuk mengobati sakit hatinya, itu terjadi pada Feeling introvert. Kalau pada Feeling extrovert dia cenderung easy lover, dia cenderung gampang bercinta dengan orang lain. Modus operandi atau tren yang namanya cinlok (cinta lokasi) lebih mudah terjadi pada orang Feeling extrovert. Dia memcintai lawan mainnya, dia mencintai tetangganya, dia mencintai anak ibu kosnya, bahkan sampai kadang-kadang kalau pembantunya cantik, mencintai pembantunya. inilah kebablasannya orang Feeling extrovert.

Feeling extrovert mudah sekali dia jatuh cinta, dia adalah cerminan dari orang yang playboy cap kodok, mata keranjang, gak ada habis-habisnya karena cintanya yang banyak itu memang di bagi-bagi sebagaimana cintanya laki-laki.
Sukses Bisnis Dengan Penggemblengan Orang

Adakah kemungkinan orang Feeling extrovert ini bisa menekuni sebuah profesi yang sangat serius? termasuk diantaranya seperti menjadi seorang pebisnis? mungkin saja, namun perlu di pertimbangkan bahwa kemajuan orang Feeling extrovert ketika dia menekuni satu profesi itu sangat tergantung pada keseriusan dia untuk menelateni proses penggemblengan orang lain. Semakin dia punya banyak kader, semakin berpeluang dia berhasil. Tentu saja kader-kader itu kalau juga di siapkan, di sesuaikan dengan profesinya atau pun panggilan bisnisnya.

Jadi dia akan berhasil kalau dia menggunakan tangan orang lain, dimana tangan orang lainlah yang punya kompetensi, tangan orang lainlah yang punya profesi. Si orang feeling ini cukup dia mendidik orang itu untuk menjadi seseorang yang punya kompetensi. Tugaskan orang lain, delegasikan pada orang lain, berikan kesempatan orang lain untuk maju, di balik kemajuannya, kompetensinya, dan profesiensinya gunakanlah secara maksimal. Dan orang Feeling extrovert pandai untuk mengkonfensing orang, itu supaya delegasi itu bisa berjalan dengan baik.
Naik Levelnya

Gimana caranya seorang Feeling extrovert ini untuk naik kelas, meningkatkan leverage, tentu saja adalah, output sederhananya adalah lihat di kadernya, lihat tempaannya, lihat di menti nya, lihat di anak buahnya, anak buahnya masih kelas itu-itu saja apa tidak? kalau dia hanya mengkader anak SMP-SMP terus gak naik level dia. Maka dia harus naik level ke level yang lebih tinggi. Jadi bukan hanya semata-mata jumlah orangnya yang lebih banyak, tetapi dia kepada kualifikasi yang lebih baik. Kalau dia mengkader seorang atlet yang atletnya level nasional, maka disitulah kelas dia. Kalau dia mengkader orang yang levelnya dunia, maka naiklah level dia. Jadi Feeling extrovert kemampuannya sangat di ukur pada seberapa hebat orang yang di kadernya? seberapa banyak dia bisa menjadikan seorang King ? Kingnya di level yang seperti apa ? itu adalah Feeling extrovert.
Moodyan

Orang Feeling extrovert termasuk juga orang Feeling introvert memang sesungguhnya dia, setiap punya energi di bawa pada hatinya, di bawa kepada emosinya, maka memang seringkali ada unsur mood dan tidak mood pada orang feeling. Yang extrovert moodnya dari mana? emosinya dari mana? feelingnya dari mana? dari situasi luar. Kalau situasi luar bertepuk tangan memanggil dia karena dia menjadi sangat di perlukan, maka dia datanglah dengan gagah berani sebagai seorang pahlawan yang dirindukan oleh orang sekitarnya dan disitu dia merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu. Dimana berperannya? pasti akan selalu berfokus di bagian SDM untuk meningkatkan kemampuan orang lain menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Demikian juga kalau dia menangani persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan, maka dia akan selalu mengatakan sesuatu yang oleh orang lain bahkan difikir tidak mungkin, yaitu membawa pada leverage yang lebih tinggi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar